Jumaat, September 28, 2012

INDAHNYA SABAR

Hikmah di sebalik musibah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila Allah menghendaki hamba-Nya mendapatkan kebaikan maka Allah segerakan baginya hukuman di dunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan untuknya maka Allah akan menahan hukumannya sampai akan disempurnakan balasannya kelak di hari kiamat.” (HR. Tirmidzi)

Di dalam hadis yang agung ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan bahwa ada kalanya Allah ta’ala memberikan musibah kepada hamba-Nya yang beriman dalam rangka membersihkan dirinya dari kotoran-kotoran dosa yang pernah dilakukannya selama hidup. Hal itu supaya nantinya ketika dia berjumpa dengan Allah di akhirat maka beban yang dibawanya semakin bertambah ringan.

Demikian pula terkadang Allah memberikan musibah kepada sebahagian orang akan tetapi bukan karena rasa cinta dan pemuliaan dari-Nya kepada mereka namun dalam rangka menunda hukuman mereka di alam dunia sehingga nanti pada akhirnya di akhirat mereka akan menyesal dengan tumpukan dosa yang sedemikian besar dan begitu berat beban yang harus dipikulnya ketika menghadap-Nya. Di saat itulah dia akan merasakan bahawa dirinya memang benar-benar layak menerima seksaan Allah. Allah memberikan kurnia kepada siapa saja dengan keutamaan-Nya dan Allah juga memberikan hukuman kepada siapa saja dengan penuh keadilan. Allah tidak perlu ditanya tentang apa yang dilakukan-Nya, namun mereka -para hamba- itulah yang harus dipertanyakan tentang perbuatan dan tingkah laku mereka.

Kenapa perlu bersabar?

Kerana di hujung jalan kesabaran itu, terdapat kesudahan yang dibanjiri dengan nikmat-nikmat kesempurnaan.

al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Sesungguhnya Allah memiliki hak untuk diibadahi oleh hamba di saat tertimpa musibah, sebagaimana ketika dia mendapatkan kenikmatan.” Beliau juga mengatakan, “Maka sabar adalah kewajipan yang selalu melekat kepadanya, dia tidak boleh keluar darinya untuk selama-lamanya. Sabar merupakan penyebab untuk meraih segala kesempurnaan.”

Firman Allah,

“Dan orang yang sabar kerana mengharapkan keredhaan Tuhan mereka semata-mata, dan mendirikan sembahyang, serta mendermakan dari apa yang Kami kurniakan kepada mereka, secara sembunyi atau secara berterang-terang dan mereka pula menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah mendapat tempat kesudahan (yang baik), (yaitu) syurga-syurga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya, sedang malaikat masuk ke tempat mereka dar semua pintu; (sambil mengucapkan), “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu,”

(Ar-Ra’d; 13: 22-24)

Bersabar…bersabar…dan berdoalah!

Apabila kita ditimpa musibah, banyakkan bermohon kepada Allah. Berdoalah tanpa jemu. Mintalah daripadanya. Tidak kiralah walau cepat atau lambat termakbulnya doa itu, jangan sedikitpun timbul rasa putus asa. Apabila hamba-Nya berdoa,Allah s.w.t mempunyai 3 jawapan pada Doa’:

Pertama: Ya

Kedua: Ya, tapi bukan sekarang.

Ketiga: Ada perancangan yang lebih baik untuk dirimu

Tidak ada yang ‘tidak’, teruskan berusaha dan berdoa.
Wahai jiwa hamba, percayalah pada-Nya…

Setelah kita mengetahui betapa indahnya sabar, maka sekarang pertanyaannya adalah: sudahkah kita mewujudkan nilai-nilai kesabaran ini dalam kehidupan kita? Sudahkah kita menjadikan sabar sebagai rukun kebahagiaan kita? Sudahkah sabar mewarnai hati, lisan, dan gerak-geri anggota badan kita?



1 ulasan: